Langsung ke konten utama

Cara Menjatuhkan sapi yang baik dan benar

Berikut video cara menjatuhkan sapi yang baik dan benar sebelum disembelih


Panitia pemotongan hewan kurban, biasanya selalu kerepotan untuk menjatuhkan hewan kurban, terutama sapi, sebelum disembelih.

Langkah-langkah untuk merebahkan atau merobohkan sapi adalah sebagai berikut :

1. Siapkan seutas tali dengan panjang kira-kira 10 meter.

2. Anda cukup melilitkan tali pada badan sapi seperti pada gambar di atas.

3. Satu orang bertugas memegangi kepala sapi (memegang “keloh”) untuk mencegah kepala sapi tertekuk saat jatuh.

4. Kemudian anda harus menarik ujung tali ke arah belakang maka sapi akan terduduk dan akan tebaring dengan perlahan.

5. Untuk melakukan teknik ini tidak diperlukan tenaga yang besar, hanya saja anda harus yakin.

6. Apabila sapi sudah terbaring jangan kendurkan tali, apabila tali kembali kendur maka sapi bisa bangkit kembali.

7. Anda harus menahan pada posisi awal anda seperti pada saat menarik ujung tali.

8. Untuk penanganan lebih lanjut, masing-masing kaki depan dan belakang diikat menjadi satu. Leher ditekan agar sapi tidak bangkit lagi.

Apabila anda masih kurang jelas dengan penjelasan di atas, anda dapat menonton langsung videonya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku Untukmu yang sedang Sakit karya Ustadz Ammi Nur Baits

user987022925 · Resensi Buku Untukmu Yang Sedang Sakit - Ustadz Ammi Nur Baits Untukmu yang sedang sakit - Buku Saku karya Ustadz Ammi Nur Baits Dalam buku ini dijelaskan kita-kiat berbahagia ketika sakit, doa, dzikir dan amalan ketika sakit, doa dan amalan ketika menjenguk orang sakit, doa pengaman ketika tidur, doa dan amalan hardan dan amalan ibadah yang berkaitan dengen sakit.

Tarhib Ramadhan - Teladan Ramadhan dari para salaful Ummah - Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA

Kajian Tarhib Ramadhan bersama Utsadz Ammi Nur Baits - Teladan Dari Para Salaful Ummah, generasi pertama Ummat ini yang merupakan contoh terbaik dalam mengamalkan agama Islam, dan sbaik baik Salaf adalah Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam

Dan Anshar pun berderai air mata - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

  Kisah pembagian Ghanimah setelah berakhirnya perang Hunain  Pembagian Ghanimah Perang Hunain  PEMBAGIAN GHANIMAH PERANG HUNAIN Setelah memutuskan untuk mengakhiri pengepungan benteng Thaif, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali ke Ji’ranah tempat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyimpan ghanimah (harta rampasan) perang Hunain sebelum berangkat mengepung Thaif. Setibanya di Ji’ranah, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak langsung membagi harta rampasan perang tersebut kepada para Shahabat yang ikut dalam perang Hunain kecuali perak yang jumlahnya tidak tidak terlalu banyak.  Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sengaja menunda pembagian ghanimah ini beberapa hari, dengan harapan akan ada utusan dari kabilah Hawazin yang datang untuk menyatakan taubat dan menerima Islam. Namun ternyata tidak ada yang datang. Akhirnya ghanîmah dibagikan kepada kaum muhajirin dan para tawanan yang dibebaskan, sementara kaum Anshar tidak mendapatkan bagian sedikitpun. Pembagian gha